Bumi Punya Batas Kemampuan!

H.Bambang Eka Wijaya:
"BARU kembali dari Jawa kok cemberut!" tukas Temon. "Apa eyang produsen Beras Delanggu kebanggaanmu itu tidak nyangoni?"
"Justru waktu aku datang dikira membawa dana bantuan buat mereka!" jawab Temin. "Sejak perusahaan air mineral diberi izin mengeksplorasi sumber air irigasi di hulu, sawah eyang dan sekitarnya di Klaten jadi kekurangan air! Kalau dahulu bisa panen dua kali setahun, sekarang di musim hujan saja petani harus mencukupi air sawahnya dengan mesin pompa! Celakanya, pompanisasi massal air tanah ini membuat sumur warga di kampung ikut jadi cepat kering!"
"Suatu mata rantai krisis air sudah muncul di desa eyangmu itu!" tegas Temon. "Di Lampung juga, akibat kerusakan lingkungan di hulu, sudah banyak sawah yang sebelumnya tanam dua kali setahun kini untuk satu musim tanam saja sudah harus digilir pemakaian airnya! Artinya, krisis kekurangan air untuk pertanian sudah harus diwaspadai, sebelum menjadi bencana serius--ketika dengan pompanisasi pun yang keluar dari bumi tinggal angin!"
"Memang, kasus Klaten itu harus jadi pelajaran terutama bagi pemerintah kabupaten, jangan mentang-mentang otonomi daerah membuat izin seenaknya kepada perusahaan swasta, lalu petani dikorbankan! " timpal Temin. "Itu mengingatkan semua pihak di Hari Bumi ini bahwa bumi sebagai sarana Tuhan mencurahkan rezeki juga punya batas kemampuan! Isi perutnya kalau disedot maksimal juga cepat terkuras habis, sisa-sisa lubang tambang yang melompong dalam perut bumi kelak bisa runtuh dan mengubur segala yang ada di permukaan! Lalu daya resap bumi untuk menyimpan air juga terbatas sehingga kalau air yang ada di satu kawasan disedot dan diangkut ke tempat lain secara berlebihan, kawasan itu sendiri akan cepat minus air!"
"Pengelolaan keseimbangan debit perut bumi serta kemampuan menyimpan air di permukaan harus dihitung secara eksak, terutama oleh pemerintah daerah yang diberi otonomi atas wilayahnya agar kebutuhan air warganya selalu bisa dicukupi!" tegas Temon. "Itu berarti, kalau kebutuhan air untuk penanaman sawah dua musim sudah tidak cukup, pemerintah kabupaten harus menyiapkan usaha, kegiatan, dan anggaran untuk mengatasinya! Di balik itu, pemahaman dan pemaknaan atas pajak bumi (dan bangunan) maupun retribusi hasil bumi, harus diluruskan pada realitas bumi juga butuh anggaran perawatan! Kalau cuma dieksploitasi saja terus-menerus tanpa dirawat, kemampuan daya dukungnya terhadap kehidupan manusia akan terlampaui batasnya! Ketika batas kemampuan itu terlampaui, bencanalah yang dihadapi manusia!"
"Maka itu, kesulitan air yang mulai dirasakan petani yang sebelumnya biasa bertanam dua musim setahun itu sudah harus disikapi secara nyata oleh para politisi pengelola anggaran!" timpal Temin. "Jangan bermimpi pertumbuhan ekonomi--apalagi ekspor beras--kalau sawah kering kerontang!" *
__._,_.___
Small things matters most…....
« on: April 21, 2008, 11:38:56 AM »
Have you ever realized that small things that you do to your friends, partner matters a lot..? For an example if you’re in love one would try to do things for he or she to make them happy in all possible ways…
At times they may even go out of their way to prove their love, but most of the lovers as well as friends think to prove their love that they should do things in a big way. With my personal experience I have always been touched with small things what my loved ones did to make me happy. Most of the time they would have not known that it meant so much to me.
Most of the lovers, friends think the best things one could give to their loved ones are expensive gifts and that would flatter them.
I’m not saying it is not because all of us like to get those.
But do you think the gifts would be the only or most powerful way to capture your loved ones heart or refresh the relationship?
With my personal experience I think it is small ways of doing loving and caring things, which would make things beautiful in a relationship. It may be by words, a glimpse, a smile, a thought or even could be being silent at times.
Love is beautiful if you let it grow in a natural yet magical way. Your dear ones word of love would help you to build a better understanding.
A glimpse could take your dears breath away. A smile may mean the whole world to them. A thought would add strength for their gloomy moods.
Wouldn’t these things remain in one’s life forever…?
People have forgotten to pass a few kind words or smile with another person. Isn’t that a tragedy that we all are facing? Learn to feel for another person then naturally one would learn to do wonders in their relationships. Don’t wait until the other person does it. Love is not selfish.
So if you have been blessed with it, why not respect the same…??
'Untuk Dinho, Barca Ingin Rp 635 M'
Milan - Nominal transfer jadi kendala dalam pembicaraan transfer Ronaldinho dari Barcelona ke AC Milan. Apalagi surat kabar Italia menyebut harga yang diajukan Barca jauh lebih tinggi dari tawaran Milan, yang mana berselisih sampai sekitar Rp 272 miliar.
Dinho dikabarkan sudah siap mengepak kopernya ke San Siro. Kubu Barca pun sepertinya tak terlalu keberatan melepas bintangnya yang belakangan acap menuai kritikan itu.
Negosiasi sudah berjalan, namun seperti dikabarkan sebelumnya, masalah harga jadi batu penghalang kepindahan Dinho. Corriere della Sera menyatakan kalau harga yang diminta Barca adalah 35 juta euro atau sekitar Rp 635,7 miliar, sementara Milan hanya bisa mengajukan uang 20 juta euro atau sekitar Rp 363 miliar.
Dengan adanya ketidaksesuaian harga tersebut, peluang kesepakatan untuk rampung masih terbuka meski pastinya bakal berjalan alot. Terkait dengan itu, agen sekaligus saudara kandung Dinho, Roberto de Assis, tidak lantas pusing.
"Tak ada kekhawatiran. Kami tidak terburu-buru," demikian dia seperti diberitakan Goal, Selasa 22/4/2008).
Parreira Tak Lagi Latih Afsel
Johannesburg - Carlos Alberto Parreira yang sukses mengantarkan Brasil jadi juara Piala Dunia 1994 akhirnya mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Afrika Selatan.
Spekulasi tentang kelanjutan karir Parreira dalam membesut "The Boys" sudah lama berhembus. Usai mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan (SAFA), pelatih asal Brasil tersebut akhirnya menyatakan tak lagi melatih negara yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2010 itu, terhitung sejak 2 Mei.
"Ini adalah keputusan yang sangat sulit tapi saya harus mendedikasikan waktu yang lebih banyak buat keluarga. Saya akan tetap ada untuk menjamin transisi yang yang lancar sebelum pelatih baru ditunjuk dan saya juga bisa dimintai konsultasi sebagai penasehat teknis," beber Parreira seperti dilansir Yahoosport, Selasa (22/4/2008).
Sebelumnya, Parreira menyatakan ingin kembali ke kampung halaman untuk mendampingi istrinya dalam masa pemulihan pasca operasi.
"Saya menyesal akhirnya jadi seperti ini tapi keluarga membutuhkan saya, terutama istri saya. Setiap manusia perlu menemukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesionalnya," imbuh pelatih yang menukangi Afsel sejak 15 bulan silam tersebut.
Parreira secara formal mulai menangani Afrika Selatan sejak awal tahun 2007. Dia adalah pelatih ke-14 timnas negara itu dalam kurun waktu 15 tahun.
Di Piala Afrika, Parreira tak mampu membawa timnya lolos dari fase grup kendati belakangan menerima sambutan positif karena sudah membawa perkembangan positif buat Afrika Selatan.
Rekam jejak Parreira sebagai pelatih juga terbilang bagus. Dia mampu membawa empat timnas berbeda ke Piala Dunia, yakni Kuwait tahun 1982, Uni Emirat Arab tahun 1990, Brasil tahun 1994 dan 2006, serta Saudi Arabia di tahun 1998. Torehannya yang paling mengilap adalah ketika membawa Selecao jadi jawara Piala Dunia tahun 1994.
No comments:
Post a Comment