« on: February 15, 2008, 10:40:10 AM »
Hello friends........
Kindly forward it to as many as people, its very important.
This is a real incident that happened in a local hospital in Bangalore,
India. A 4 year old girl was admitted due to leg fracture. As it was an
open fracture, she had to undergo an operation to stitch the protruding
bone back in place. Though it was quite a minor operation, she was
hooked on to life support system, as a part of the process. The doctors had
to input some data prior to the operation to suit different
conditions.Thereafter , the operation proceeded. Half way through the process, the
life support system suddenly went dead.
The culprit: - Some one was using his/her hand-phone outside the
operation theater. And the frequency had affected the system. They tried to
track the fellow but to no avail. The little girl, young and innocent
as she was dead soon after.
"Be compassionate! Do not use your hand phone /mobiles especially at
any hospitals or within the Aircraft or any places where you are told
not to use it... You might not be caught in the act, but you might
have killed someone without knowing". Sometimes it's a matter of Life &
Death....!!!!
Please pass this to as many, since most of us are just not aware of the
seriousness of this issue.
Please Do copy this to Ur mail and send to contacts. Please Send this to all your contacts and help
save a life.
A tiny mail can save a life.
Last Word : So friends pls.....pls.....pls...avoid using your mobile phones in hospitals...
sometime its a matter of life & death.
‘YOU’ and ‘SHE’
Do you want to lead a successful life?
Have a charming and beautiful wife?
Charming, yes, she is, if beauty within
Devoid of jealousy, anger and sin
She is the language, you are the thought,
Stay ever united, the battle is fought.
She is prudence, you are the law,
Know, how the difference, you are to thaw.
You are the reason, she is the sense,
Love her heartily for job immense.
She is the duty, you are the right,
Be in your zones, wont have to fight.
You are the patience, while she is peace,
Never get tensioned, be ever at ease
You are the chant, and she is your note
Of hatred and doubts, are chances remote
You are the day and she is the night
You are the lamp and she is your light
You are the fuel, and she is the fire
Never fail to praise her, love and admire.
She is the glory and you are the sun
Be always in smile, the life is fun.
You are the owner and she is your wealth
Avoid all excesses and keep up the health.
Never let her grieve, nor to weep
Don’t do things that steal your sleep.
You are the tree, and she is the vine,
Will have everything, just keep her fine.
LIFE LESSONS>>>>u should know.....
« on: Yesterday at 03:37:02 PM »
How can anyone ever give you what you won't allow?!
Everything and everyone in your life is there by your choice.
An unrevealed part of yourself is never understood.
Release your snopshot images or relationship;life is a motion picture.
You can only see others as clearly as you see yourself.
Your fears stand between you and what you want.they are worth facing.
People will never understand you until you are willing to let them see who you are.
Facing your fear is the price of growth.
The world reflects what you need to see not only what you want to see.
You create your life with each choice you make.
Recognize that you have done the best you could and forgive yourself.
Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Masalah?
By Al Falaq Arsendatama
http://www.pengemba ngandiri. com
Dua tipe dalam menyelesaikan masalah. Apakah Anda menggunakan pendekatan tradisional dan logis atau termasuk kelompok yang menggunakan perasaan dan intuisi?
Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).
Pendekatan Reactive
Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:
* Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
* Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
* Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
* Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.
Pendekatan Receptive
Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri- cirinya:
Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
* Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
* Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
* Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.
Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.
Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.
Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul.. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.
Kunjungi http://www.pengemba ngandiri. com untuk artikel-artikel bermanfaat mengenai motivasi dan pengembangan diri.
Percakapan Dengan Urutan yang Kalau Terbalik Artinya Kontras
Cowok: "Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama."
Cewek: "Apakah kau rela kalau aku pergi?"
Cowok: "Tentu Tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu."
Cewek: "Apakah Kau mencintaiku?"
Cowok: "Tentu! Selamanya akan tetap begitu."
Cewek: "Apakah kau pernah selingkuh?"
Cowok: "Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu."
Cewek: "Maukah kau menciumku?"
Cowok: "Ya..."
Cewek: "Sayangku... Sesudah 5 tahun nikah..."
Tinggal baca dari bawah ke atas... :)
Valencia Juara Copa del Rey 2008
Cinderela Pulang Prematur
Perjalanan Getafe musim ini kerap dianalogikan sebagai kisah Cinderela. Kemampuan anak tiri ini dalam mencuri hati sang pangeran lewat kecantikannya terefleksi di skuad Los Azulones, yang sukses menyita fokus publik dunia berkat permainan gemilang mereka.
Di ajang Copa del Rey, Getafe berhasil menegaskan bahwa guna meretas jalan menuju final, sebuah tim tak harus selalu dibela pemain-pemain bintang. Tanpa nama yang mengkilap, klub yang baru berdiri pada 1983 ini terbukti bisa sampai puncak.
Presiden klub, Angel Torres, bahkan begitu yakin bahwa perjalanan timnya akan berujung di tangga juara, layaknya Cinderela, yang akhirnya bersanding dengan sang pangeran. Padahal Geta tak memiliki sejarah silverware sama sekali sepanjang sejarah.
Namun, satu hal dilupakan Torres: lawan yang ditemui di final Rabu (16/4) di Estadio Vicente Calderon adalah Valencia, klub yang sudah mengantongi enam gelar juara. Saat terjadi komparasi sejarah, bisa dimaklumi Los Ches akhirnya menyabet mahkota lewat kemenangan 3-1.
Kemenangan pasukan Ronald Koeman itu sendiri sudah bisa dilihat saat laga yang disaksikan langsung lebih dari 54.800 pasang mata itu baru berjalan 11 menit. Saat itu, Ches sudah unggul dua gol berkat tandukan Juan Mata pada menit ke-4 dan sundulan Alexis pada menit ke-11.
Irama Kematangan
Irama permainan pun memperlihatkan kematangan yang jauh lebih tinggi di kubu David Silva dkk. Saat bola dioper dari kaki ke kaki, para pemain Getafe justru lebih memfokuskan diri untuk menjegal kaki para jugador Valencia. Bisa dimaklumi jika wasit sampai harus mengusir Celestini.
Kapten Getafe ini tak mampu mengontrol emosinya dan menjegal David Silva dengan kasar. Empat pemain lain, Licht, Granero, Casquero, dan Cata Diaz, juga dihadiahi kartu kuning atas kekasaran mereka. Di kubu Ches, Miguel, dan Alexis yang dianggap kasar.
Sementara itu, Mata dan Morientes diberi tarjeta amarilla lantaran protes dan membuka baju setelah mencetak gol. Moro tampak tak bisa menyembunyikan kegirangannya tatkala menceploskan gol ketiga Valencia pada menit ke-83 setelah masuk menggantikan Villa pada menit ke-75.
Getafe sendiri sempat memperkecil ketertinggalan menjelang jeda, ketika Granero sukses mengeksekusi penalti menyusul pelanggaran Emilio Morretti terhadap Cosmin Contra. Namun, hingga pertandingan berakhir, tak ada lagi tambahan gol yang mampu mereka ciptakan.
Alhasil Valencia pun sukses meraih trofi ketujuh mereka setelah gelar terakhir pada 1999. Bagi Koeman, ini trofi perdana sejak mendarat di Mestalla awal November lalu. Meski dikategorikan gagal, setidaknya Koeman berhasil memastikan satu tiket di Piala UEFA musim depan.
Untuk Getafe, ini menutup kisah perjalanan indah mereka dengan antiklimaks. Tak seperti kisah Cinderela yang berujung bahagia, dalam kasus Geta, Cinderella harus pulang prematur sebelum berdansa dengan sang pangeran. (Sapto Haryo Rajasa)
REKAMAN PERTANDINGAN
----------------------------------------------
VALENCIA 3-1 GETAFE
Waktu: Rabu, 16 April
Stadion: Vicente Calderon
Penonton: 54.800
Pencetak Gol: 1-0: Mata 4’, 2-0: Alexis 11’, 2-1: Granero 45’+3’-pen, 3-1: Morientes 84’
Wasit: Undiano Mallenco
Kartu Merah: Celestini 89’ (G)
Kartu Kuning: Miguel 22’, Alexis 38’, Mata 45’+3’, Marchena 67’, Morientes 84’ (V); Licht 31’, Granero 32’, Casquero 42’, Cata Diaz 82’ (G)
VALENCIA (4-2-3-1): 13-Hildebrand; 23-Miguel, 4-Albiol (12-Caneira 57’), 20-Alexis, 24-Moretti (22-Edu 66’); 5-Marchena, 8-Baraja: 19-Arizmendi, 21-Silva, 16-Mata; 7-Villa (9-Morientes 75’). Cadangan: 25-Mora; 17-Joaquin, 11-Banega. Pelatih: Ronald Koeman (Bld)
GATAFE (4-4-2): 1-Ustari; 21-Cortes, 3-Cata Diaz, 23-Tena (9-Braulio 76’), 12-Licht: 22-Casquero (6-Celestini 64’), 10-De la Red, 2-Contra (24-Pablo Hernandez 55’), 25-Granero: 16-Albin, 14-Manu del Moral. Cadangan: 13-Abbondanzieri; 4-Belenguer, 7-Mario Cotelo. Pelatih: Michael Laudrup (Den)
Juara pun Tak Cukup
Bagi klub sekelas Getafe, menjadi juara Copa del Rey bisa dikategorikan sebagai sebuah prestasi yang pantas dirayakan. Jangankan untuk mengangkat trofi, sekadar lolos ke final pun sudah tergolong sukses, mengingat musim ini Los Azulones dilatih el entrenador anyar, Michael Laudrup.
Namun, kadar kesuksesan jelas tak akan sama jika kita alihkan tolok ukur ini pada Valencia. Menurut Agustin Morera, Presiden Los Ches, gelar juara di arena yang juga disebut Piala Raja Spanyol itu tak akan bisa menutupi kegagalan skuad Mestalla di musim ini.
“Kami tak mungkin mampu menebus musim buruk Valencia. Saya sangat memaklumi amarah para pendukung karena seingat saya musim ini memang menjadi musim terburuk Valencia di kandang,” ungkap Morera saat diwawancara stasiun radio Marca.
Saat menggantikan Quique Sanchez Flores, tugas Koeman adalah menyelamatkan Valencia di Liga Champion sekaligus memastikan pentas serupa di musim depan. Namun, menyisakan enam pekan, posisi Ches masih tertahan di tangga 15 dan sudah tak mungkin lolos ke LC.
“Meraih Copa akhirnya menjadi wajib untuk memberikan hadiah pelipur lara bagi para pendukung. Namun, di sisi lain, itu tak akan mengubah pandangan kami pada Koeman. Masa depan Koeman sudah ditentukan dan tak akan terpengaruh hasil di final Copa,” lanjut Morera.
Morera menyatakan bahwa Valencia selalu menghormati kontrak (Koeman dikontrak hingga 2010). “Saya tak suka dengan permainan Valencia dan saya bukan pengambil keputusan di pinggir lapangan,” imbuh pria yang menggantikan Juan Soler itu. (shr)
Monday, April 21, 2008
Mobile Usage in Hospital
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment