Wednesday, April 23, 2008

1 ons bukan 100 gram




Source:
http://yohanes. budilelono. web.id/obrolan- ringan/1- ons-bukan- 100-gram/

1 ONS BUKAN 100 GRAM.

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis
pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini
terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi
secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu
gagal.

Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah.

Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk
membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce
(ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce)
adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk
tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional
tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini kepada lembaga yang paling berwenang atas system takar-timbang dan
ukur di Indonesia , yaitu Direktorat Metrologi. Ternyata, pihak Dir.
Metrologi pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen
100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk
dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di
Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya.

Satuan *Ons bukanlah bagian dari sistem metrik* ini dan untuk
menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi
sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal)
yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound
= 500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan system takar-timbang legal*
atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan
100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia
internasional, *tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus **
Indonesia **.

Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun.
Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih dibangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran
akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam
materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita)
menerapkan dalam hidup sehari-hari.

Sungguh memprihatinkan.

Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram,
dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.
"Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin Bagi para guru
untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau
memberikan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru Yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar
tidak menjadi beban psikologis bagi mereka; *"acuan sistem timbang legal
yang mana yang pernah diakui/ diberlakukan secara internasional, yang
menyatakan bahwa : **1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?*

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? Pernahkan Dep.
Pendidikan menelusuri, di negara mana saja selain Indonesia berlaku
konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram? Patut dipertanyakan
pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang
melestarikan kesalahan ini?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah
harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas).

Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional
sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya system timbangan
Indonesia yang konversinya adalah 1 ons *(Depdiknas) * = 100 gram Dan 1
pound *(Depdiknas) * = 500 gram.?

Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas) *" ini dimasukkan dalam sistem
metric yang sudah baku diseluruh dunia? Siapa yang mau pakai?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah
satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep
kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana
kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera
dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai
hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak
Indonesia . Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu
memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-
Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap
Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia
. Mari kitam ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak
kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan
dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang
sangat berat.

Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan
dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan
hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan
yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri
yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan
penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford , dll. *(maaf, ini
bukan promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu
diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu Dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian/diary/ agenda yang biasanya
diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois/ avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram *(bukan 100 g.)*
1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)*
1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)*

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum!!!

Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang
mengajarkan. (*ini hanyagambaran/ ilustrasi salah satu akibat yang bisa
ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak
sekali terjadi)*

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis/pedagang, sekolah dan orang tua
dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons
dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem
timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai
pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi yang
benar*. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam
kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan/ menyesatkan anak-anak kita,
generasi penerus bangsa ini

LEMBAR PELENGKAP

TAKAR - UKUR - TIMBANG MENGIKUTI SISTEM METRIK YANG BERLAKU SEJAK THN
*1799*.

*Kuantitas* *Satuan* *Simbol* *Keterangan* Panjang
meter m bukan mtr.
Luas meter persegi m2
Isi/volume meter kubik m3
Berat gram g bukan gr.
Takaran liter 1 l = 1000cm3 (cc)
Suhu/temperature derajat Celcius oC

BEBERAPA SEBUTAN/AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM SISTEM METRIK
AWALAN FAKTOR PENGALI SIMBOL/SINGKATAN CONTOH PEMAKAIAN

Giga 1.000.000.000 G
GHz.
Mega 1.000.000 M
MW
kilo 1.000 k
km
hecto 100 h
ha
deka
10 da
dam
deci 0,1 d
dm
centi 0,01 c
cm
milli 0,001 m
ml
micro 0,000.001
*m*
mF
dan seterusnya.

Dalam sistem metrik memang dikenal *1 are = 100 m2* khusus untuk ukuran
tanah yang diakui sah secarainternasional .

*Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., apalagi POUND yang
mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam system metrik
maupun non-metrik/imperial yang pernah diberlakukan sah secara
internasional.

BI Waspadai Persiapan Pemilu 2009
Rabu, 23 April 2008 - 13:02 wib
Nuria - Okezone
http://economy. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2008/04/23/ 20/103195/ bi-waspadai- persiapan- pemilu-2009

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mewaspadai dampak persiapan menjelang Pemilu 2009, terhadap aktivitas bisnis dan perkembangan risiko pada sektor keuangan yang tengah tertekan akibat resesi ekonomi Amerika Serikat.

Demikian disampaikan Deputi Senior Gubernur BI Miranda S Goeltom dalam seminar "Sosialisasi Kajian Stabilitas Sistem Keuangan" di Gedung BI, Jakarta, Rabu (23/4/2008).

"Terutama pada kondisi keamanan yang tidak kondusif. Dikhawatirkan dapat memicu aliran dana keluar atau capital outflow," ujar Miranda Goeltom.

Tidak hanya soal ekternal saja yang akan menimbulkan risiko ekonomi domestik. Tapi ke depannya, perbankan nasional juga akan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan itu antara lain penyelesaian restrukturisasi kredit perbankan manajemen risiko dan sistem informasi kredit, dan sinkronisasi antara upaya peningkatan fungsi intermediasi dengan upaya penurunan risiko kredit.



HATI- HATI bwat yg punya BABY....ini ada BABY SITTER GILA

Dear Friends,



Tolong sebarkan berita ini, mungkin orang ini sedang berkeliaran disekitar

kalian, sedang mencoba mencari pekerjaan baru karena dia punya anak

dikampung (Purwokerto) dan mau lebaran.



Saya ingin berbagi pengalaman saya yang sungguh tidak enak mengenai

pengasuh anak saya yg bernama Suryani panggilan Yani (umur 25 tahun, foto

terlampir). Sudah 2 tahun dia mengasuh anak2 saya, sementara untuk

pembantu

dalam 2 tahun ini sudah ganti sebanyak 8 orang.



Tutur kata yang halus, sikap yang sopan dan rajin di depan majikan

ternyata

hanya kebohongan.

Ternyata orang ini sangat kasar kepada anak2 saya ( yang besar laki2 usia

5

tahun, tidak lancar bicara karena sedikit autis dan yang kecil laki2 juga

usia 3 tahun).

Suka main tempeleng bagian kepala, memukul dan mencubit. Anak saya yg

besar

yang paling
sering mendapat tempelengan karena dia tidak bisa bercerita

apa

yg dialaminya.

Pernah 3 kali saya temukan dibagian betis, punggung dan leher luka bakar

(seperti terkena benda panas misal : setrika), tapi dia bilang sama sekali

nggak tau kenapa bisa begitu dengan gaya yang menunjukkan
keprihatinan.

Kepada anak yang kecil, kalau makan inginnya cepat2, setiap kali suapan

harus minum air yg banyak supaya cepat tertelan, dan ketika anak saya

muntah, muntahannya dimasukkan kembali kedalam mangkuk nasi dan dipaksa

untuk memakannya lagi.

Perbuatan sadis ini hanya disaksikan oleh pembantu
dirumah, karena dia

tidak mau orang lain mengetahui hal ini. Tetapi tidak ada 1 orangpun

pembantu yang mengadu kepada saya, karena alasan saya pasti tidak akan

percaya kalau diberi tahu, karena Yani memang orang kepercayaan saya.

Baru minggu lalu saya diberi tahu oleh ex. pembantu saya yang masih sering

sms menanyakan kabar anak2.

Kemudian saya konfirmasi ke orang2 yg pernah ikut saya, juga ternyata

mereka keluar kerja juga karena sikap Yani yg spt boss, main perintah2

pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh yani.

Kerja dia hanya sms, terima telpon dari pacar2nya kalau majikan sedang

tidak
dirumah. Dan kalau malam juga telpon menggunakan fasilitas "free

talk" sampai menjelang subuh. Hampir setiap hari bangun jam 7.30.

Pernah suatu kali anak saya yg kecil bilang kalau dia dipukul sama mbak

Yani dibagian kepalanya, sakit katanya, terus saya tanyakan ke Yani apa

betul begitu, dengan beraninya Yani bersumpah dgn nama Allah kalau dia

tidak pernah main tangan ke anak2, kalau dia sampai memukul, dia berani

dipotong tangannya.

Padahal minggu lalu pada waktu saya marahi karena kelakuannya, dia juga

mengaku kalau memang suka memukul dan mencubit anak2.

Pantas saja badan anak2 saya suka biru2, dan Yani cuma bilang karena anak2

saya suka lari2 disekolah, kemungkinan terpentok bangku/meja sekolah.



Sekali lagi, hati 2 bila ada teman atau saudara yang menerima Suryani

bekerja dirumahnya.



Tanaman Obat: RAMBUTAN

Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300-600 m dpl.

Pohon dengan tinggi 15-25 mm ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang runcing, tepi rata, pertulangan menyirip letaknya berseling, dengan anak daun bulat lonjong, panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu.



WHAT POTENTIALITIES!

Imagine holding a tiny little seed in the palm of your hand. Then with the other hand, you turn it over and over with your fingers, examining it and playing with it. And all the while in your playful examination, you wonder, really wonder—what potentialities are within this seed? What will it become? When the potentials here are actualized, what will emerge and will will it produce?

That tiny little seed, if planted in rich dark earth and watered and given the right amount of sunshine, that seed could produce an abundant stock of corn with many, many ears of corn which could then be planted so as to create a whole field of corn which those kernals could create a vast field and then fields of fields, fields covering an entire county, state, country, or even continent. Such potentialities!

Or if it were another seed, it could grow into a vast redwood tree spanning centuries of time and reaching 100 feet or 200 or even 300 feet into the sky. Such potentialities in a seed. The Redwood tree and forest is there inside that seed—not actually, but in potentiality.

The potentialities in the small seed becomes so much in actuality if it is just given a chance. It only needs some good conditions for it to become all that it can become. And if that's amazing, how much more amazing is your brain with its 100 billion neurons? Because from those 100 billion neurons there's a combinatory possibility of 100 trillion connections. So the potential here isn't completely determined as with the potential in the plant seed. In the human seed of a fertilized seed that gives birth to the human brain there is an incredible exponential power if only it is given a chance with some good conditions.

With human potentiality, it too needs good conditions to support its growth into full development. It needs to be unleashed from every limiting factor that holds it back. It needs to be liberated for its full self-actualization.

Human potentiality goes far beyond the potentiality of basic life forms also because of self-reflexivity. This means that you and I can participate and direct that development. We can play an intimate and intentional role in guiding and influence how we unfold and actualize our hidden potentials. And we do that to a great extent with our beliefs, understandings, metaphors, identities, intentions, language, and all of the other facets of our meta-levels (or meta-states) .

What is possible for human kind? What potentialities are within the range of our trillion neuron connections in our brain? If it is possible for some humans to use their trillion neurons to create new paradigms, new models for science, physics, chemistry, electronics, psychology, music, art, etc., then these are the things within human potentiality. And what else is there? And how much of your potential do you think you've unleashed so far? How much more potential is there to find, liberate, and mobilize?

These are the questions for the psychologically healthy. These are the most basic existential human questions and they are the questions that, if you welcome and embrace them, will launch you on your adventure of self-actualization. Yes they are scary questions. And yes, there is no final answer to these questions. And yes, yes, you have to get used to embracing ambiguity, non-closure, and the not-knowingness of the adventure. Yet if you do, then you begin to awaken to incredible possibilities and the one and only pathway to genuine human happiness.

"The one and only pathway to genuine human happiness?" Yes, I'm sure that sounds like a right-wing statement, but I'm not talking about a particular technique, philosophy, belief, religion, school, etc., I'm describing the human experience, the self-actualizing experience. The one and only way to happiness, joy, and fulfillment is the pathway to be and become your potentiality. It is to self-actualize. You'll never get there, but that's not the point. The point is the pathway. The point is the journey itself. And this is the path least taken.

More common and more often we take the path of stopping the adventure. We want to know "for sure," and so we settle for simplistic black-and-white answers. For pseudo-simplistic answers that do not really answer things, but make us feel comfort, "right," sure, and confident. What then results? We stop learning, stop growing, stop actualizing. It feels safer. It feels more pleasant. But that's just the limitation of the small perspective we allow ourselves.

If you're reading this, you probably don't play that game and don't operate from that frame. You have tasted the delights and the ecstasy of peak experiences and know that the human adventure is one of continually actualizing to the next level. You know that your capacities clamor to be used and won't cease clamoring until they are used well, and that when you use them well and actualize your best with them, new capacities then emerge and so the process starts over again, and again, and again.

Ah, such potentialities! To your highest potentials of value sand visions and to your best performances along the way. We now have 3 Workshops that are designed for your self-actualization:

APG: Accessing Personal Genius

The Ultimate Self-Actualization Workshop: Construct, Crucible, and Zone

Creativity and Innovation: Unleashing Your Creative Potentials

Facts Of Life
« on: December 15, 2007, 07:38:05 AM »

Facts of life


At least 5 people in this world love you so much they would die for you.

At least 15 people in this world love you, in some way.

The only reason anyone would ever hate you, is because they want to be just like you.

A smile from you, can bring happiness to anyone, even if they don't like you.

Every night, SOMEONE thinks about you before they go to sleep.

You mean the world to someone.

Without you, someone may not be living.

You are special and unique, in your own way.

Someone that you don't know even exists, loves you.

When you make the biggest mistake ever, something good comes from it.

When you think the world has turned it's back on you, take a look, you most likely turned your back on the world.

When you think you have no chance at getting what you want, you probably won't get it, but if you believe in yourself, you probably sooner or later will get it.

Always remember compliments you received, forget about the rude remarks.

Always tell someone how you feel about them, you will feel much better when they know.

If you have a great friend, take the time to let them know that they're great.



What is LOVE (Student - Teacher)
« on: October 05, 2007, 11:09:00 AM »





A student asks a teacher, “What is love?”


The teacher said, “in order to answer your question, go to the wheat field and choose the biggest

wheat and come back.


But the rule is: you can go through them only once and cannot turn back to pick.”

The student went to the field, go thru first row, he saw one big wheat,but he wonders….

may be there is a bigger one later.


Then he saw another bigger one… but may be there is an even bigger one waiting for him.


Later, when he finished more than half of the wheat field, he starts to realise that the wheat is not as

big as the previous one he saw, he knew he has missed the biggest one, and he regretted.


So, he ended up went back to the teacher with empty hand.


The teacher told him, “…this is love… you keep looking for better ones,

but when later you realise, you have already missed the person".

Grant Tanpa Dukungan

Liga Champion menjadi arena yang amat penting bagi pelatih Chelsea, Avram Grant. Ini adalah pertaruhan masa depan pria Israel itu. Ini penentuan bisa tidaknya ia bertahan memegang Chelsea musim depan.

Saat ini, Grant nyaris tak mendapatkan dukungan dari orang-orang yang ada di atasnya dalam jajaran kepengurusan The Blues. Keberhasilan Grant membawa Chelsea menjuarai Liga Champion bisa mengubah kondisi tersebut.

Presiden Chelsea, Bruce Buck, menolak memberi kepastian apakah Grant akan dipertahankan atau tidak. Sementara itu, Chief Executive Peter Kenyon meminta Chelsea bermain lebih bagus karena mereka punya banyak bintang.

“Ini adalah pertahanan ya atau tidak dan saya tak akan memberikan jawaban ya atau tidak. Semua manajer di semua klub dinilai berdasarkan hasil yang didapatkannya,” kata Buck seperti dikutip situs Telegraph.

Di tangan Grant, Chelsea sebetulnya hanya lima kali kalah dalam 48 partai. Sayangnya mayoritas kekalahan itu berarti fatal. Chelsea antara lain tumbang di tangan dua rival peraih gelar juara Premier League, Manchester United dan Arsenal, serta di final Piala Liga melawan Tottenham. (wid)




Torres-Gerrard = Rush-Dalglish

Liverpool pernah memiliki duet pemain yang amat subur mencetak gol. Sekarang setelah 25 tahun, titisan duet pemain legendaris itu muncul di Anfield.

Fernando Torres-Steven Gerrard, kerja sama seperti telepati. (Foto: Alex Livesey/Getty Images)


Duet pemain legendaris Liverpool itu adalah Ian Rush-Kenny Dalglish. Tandem ini baru dipilih oleh majalah Match Of The Day sebagai pasangan pemain paling mematikan sepanjang masa di pentas sepakbola Inggris Raya.

Rush-Dalglish mengalahkan duet maut lainnya, seperti Peter Beardsley-Gary Lineker (Inggris), Kevin Keegan-John Toshack (Liverpool), Alan Shearer-Chris Sutton (Blackburn Rovers), serta Dwight Yorke-Andy Cole (Manchester United).

Pasangan pemain lain yang juga dikalahkan Rush-Dalglish adalah Jimmy Greaves-Bobby Smith (Tottenham Hotspur), Gary Shaw-Peter Withe (Aston Villa), Andy Cole-Peter Beardsley (Newcastle United), Frank McAvennie-Tony Cottee (West Ham), Mark Hateley-Ally McCoist (Glasgow Rangers), Mick Jones-Allan Clarke (Leeds United), Ray Crawford-Ted Phillips (Ipswich Town), Ray Kennedy-John Radford (Arsenal), Derek Dougan-John Richards (Wolves), dan Ian Wright-Mark Bright (Crystal Palace).

Kiprah tersukses Rush-Dalglish terjadi di musim 1982/83. Dua pemain ini mencetak 50 gol untuk Liverpool. Sekarang, lebih dari 25 tahun berselang, publik Anfield seolah bernostalgia melihat duet ini lagi dalam wujud Fernando Torres serta Steven Gerrard.

Musim ini tandem Torres-Steven Gerrard sangat tajam. Secara total, dua orang ini sudah mencetak 51 gol dengan perincian: 33 di ajang Premier League (Torres 22, Gerrard 11), 3 di Piala FA (Torres 0, Gerrard 3), 4 di Piala Liga (Torres 3, Gerrard 1), dan 11 di Liga Champion (Torres 5, Gerrard 6).

Rush-Dalglish bisa mencetak begitu banyak gol karena ada saling pengertian di antara mereka, yang nyaris seperti telepati. “Secara insting, Kenny selalu tahu di mana saya berada dan ia selalu tepat mengirim bola,” ujar Rush kepada situs resmi UEFA.

Hal yang sama dilakukan Torres-Gerrard. “Mereka berdua bekerja sama dengan sangat baik. Pergerakan bola yang melibatkan mereka selalu terlihat mudah,” tutur pelatih The Reds, Rafael Benitez, seperti dirilis oleh BBC Football.

“Saya menyukainya. Bermain di belakang Fernando adalah sebuah kenikmatan. Pergerakan Fernando membuat kerja saya lebih mudah,” ungkap Gerrard. “Amat mudah berusaha mengerti karakter permainan Stevie. Saya menikmati bermain bersamanya. Stevie merupakan salah satu pemain terbaik di dunia,” balas Torres.

Pengakuan Rush

Rush sendiri mengakui bahwa ketajaman duet Torres-Gerrard membuat ia teringat pada masa kejayaan dirinya dan Dalglish. “Ada kejadian di mana Gerrard memberikan umpan brilian pada Torres tanpa perlu melihat di mana posisinya,” katanya di koran Sunday Mirror.

“Itu sesuatu yang tidak bisa diajarkan. Stevie dan Fernando memiliki kualitas saling pengertian yang sama seperti saya dan Kenny. Mereka sendiri mungkin tak dapat menjelaskan mengapa begitu kompak. Sama seperti saya tidak tahu alasan mengapa selalu tahu ke mana Kenny akan memberikan bola,” tambah pria yang sekarang sudah berusia 46 tahun itu.

Lebih jauh lagi, Rush menyebut duet Torres-Gerrard telah menyelamatkan perjalanan Liverpool musim ini. “Suporter amat kecewa karena Liverpool gagal di Premier League, tapi Torres-Gerrard mampu menebus hasil buruk itu di pentas Eropa. Jika berhasil memenangi Liga Champion, itu pencapaian yang luar biasa."

Liverpool saat ini sudah mencapai semifinal Liga Champion. Torres-Gerrard masih berpeluang membawa The Reds menjadi juara. Kalau itu berhasil dilakukan, Torres-Gerrard benar-benar bisa disejajarkan dengan Rush-Dalglish.

Rush-Dalglish membawa Liverpool menjuarai Piala Champion pada musim 1983/84. Prestasi itu ingin ditiru Torres-Gerrard. “Meraih trofi adalah yang terpenting, apalagi Liga Champion. Ini mimpi semua pemain Eropa,” kata Torres. (Dwi Widijatmiko)



Pelatih Bentuk Tim Juara

Awal bulan ini banyak yang bertanya pada saya. “Mau alih profesi menjadi pelatih?” Saya tidak pernah menjawab secara serius karena tahu mereka hanya bercanda.

Peserta coaching clinic Carlos Bilardo tidak harus pelatih. Buktinya ikut juga beberapa mahasiswa, bahkan ada yang dari fakultas hukum. Mereka mengikuti kursus karena rasa ingin tahu lebih dalam soal sepakbola.

Belajar dan mendengarkan apa yang dikatakan Bilardo tidak merugikan dan tak ternilai. Tidak setiap bulan orang yang punya kemampuan membawa sebuah tim menjadi kampiun Piala Dunia mau berbagi pengalaman di Jakarta.

Salah satu cerita menarik Bilardo adalah tentang bagaimana ia membangun tim Argentina yang menjadi juara dunia pada 1986 di Meksiko.

Banyak yang berkata Argentina juara karena punya Diego Maradona. Ia memang hebat. Bilardo mengakui itu. Namun, tidak berarti ia mengistimewakan sang bintang.

“Saya pernah menendang bola yang sedang diduduki Maradona di tengah lapangan. Ia sangat marah dan menganggap saya ingin mempermalukan dirinya di depan pemain lain. Saya tak punya niat seperti itu. Saya hanya ingin menegakkan disiplin. Di lapangan pemain harus selalu berada dalam posisi siap,” cerita Bilardo.

Pelatih berjulukan Si Hidung Besar itu juga bercerita soal peran pemain dalam menciptakan tim yang solid. Tim yang dimaksud El Narigon tidak hanya terdiri dari 11, 18, atau 23 pemain plus pelatih. Juga termasuk di dalamnya para pencuci sepatu, kaus tim, dan pemotong rumput lapangan latihan.

“Pemain jangan berlebihan memperlihatkan kekayaan mereka. Saya meminta Maradona untuk tidak naik mobil Porsche ke tempat latihan. Ada bagian dari tim yang tidak memiliki uang separuh saja dari jumlah yang dimiliki pemain. Pemain harus peka pada lingkungan sekitar,” tuturnya. “Pemain juga jangan membocorkan apa yang terjadi di kamar ganti kepada media,” kata Bilardo.

Dari cerita Bilardo, ketahuan bahwa instruktur FIFA berusia 69 tahun ini adalah tipe pelatih yang sangat ketat menegakkan disiplin dan tidak suka melihat pemainnya menjalani gaya hidup ala bintang film.

Rijkaard dan Ferguson

Dua pelatih dari pertandingan semifinal seru antara Barcelona dan Manchester United juga seperti Bilardo.

Media-media Spanyol beberapa kali menulis entrenador Barcelona, Frank Rijkaard, menghukum Ronaldinho karena tak disiplin. Bulan lalu, El Periodico menulis pelatih asal Belanda itu tak memainkan Dinho dalam lanjutan La Liga karena bolos latihan lantaran kecapekan dugem.

Rijkaard membantah dengan mengatakan bekas pemain terbaik Eropa dan dunia tersebut cedera. Pria berdarah Suriname itu memang begitu. “Rijkaard selalu melindungi pemain,” kata Ronaldinho suatu waktu. Inilah keuntungan tim punya pelatih yang pernah menjadi pemain besar.

Tanpa Ronaldinho, Barcelona tertahan 2-2. Tapi, bukan Dinho alasan kegagalan Azulgrana. Musim ini, penyerang asal Brasil itu tidak pernah dalam kondisi bagus karena dikabarkan suka dugem. Justru kalau ia dipasang, kecemburuan dalam tim bisa muncul.

Sir Alex Ferguson, yang menangani United selama lebih dari 20 tahun, tak pernah mengistimewakan pemain, termasuk Cristiano Ronaldo. Belum lama ini gelandang asal Portugal itu didenda delapan ribu pound karena ketahuan mengirim SMS di kamar ganti saat sesi latihan.

Dalam perempatfinal II Liga Champion, dua pekan lalu, Ferguson sukses menciptakan mental solid dalam tim. Unggul 2-0 atas Roma di pertemuan pertama di Olimpico, ia menyimpan Ronaldo dan Wayne Rooney, dua pencetak gol di Roma, dalam daftar starter laga kedua di Old Trafford.

United tetap lebih tangguh dari Roma. Tanpa CR7, Setan Merah menang 1-0. Ada satu hal yang berharga dari pertandingan tersebut untuk United. Tim menjadi percaya kemenangan tetap dapat diraih meski tanpa Ronaldo. Bisa ditebak seperti apa kondisi kamar ganti Setan Merah.

Pencinta sepakbola sejati, khususnya bukan pendukung setia Barcelona dan United, tentu tidak akan mempermasalahkan siapa yang ke final. Keduanya pantas. Mereka selalu berorientasi menyerang, punya banyak pemain kelas wahid, dan ditangani pelatih hebat. Nikmatilah sepakbola yang indah.

No comments: