Esok harinya saya naiki VW beetle putih saya menuju kantor cabang Janata Bank, sebuah bank pemerintah dan salah satu yang terbesar di negeri ini. Janata Bank cabang Chittagong University berlokasi tepat di sebelah gerbang kampus, di bentangan jalan yang dijajari toko-toko kecil, kios-kios, dan depot tempat penduduk lokal menjual macam-macam pada mahasiswa, mulai dari buah pinang sampai jajanan hangat, buku tulis, dan bolpoin. Di sinilah tempat tukang becak kumpul-kumpul saat tidak sedang mengantarkan mahasiswa dari asrama ke ruang kuliah. Bank itu sendiri bertempat di sebuah ruangan segi empat. Dua jendela depannya dipasangi jeruji besi dan dindingnya dicat warna hijau tua kusam. Ruangannya berisi meja-kursi kayu. Manajer bank yang duduk di sebelah kiri belakang melambai pada saya.
“Ada yang bisa saya bantu, tuan?”
Pesuruh kantor menyuguhi kami teh dan kue. Saya jelaskan kedatangan saya. “Terakhir kali saya pinjam dari Anda adalah untuk membiayai Program Pertanian Tiga Pihak di desa Jobra. Kini saya punya proposal baru. Saya ingin Anda meminjamkan uang kepada masyarakat miskin di Jobra. Jumlah yang diperlukan sedikit sekali. Saya sudah melakukannya sendiri. Saya sudah meminjamkan AS $ 27 untuk 42 orang. Ada banyak orang miskin yang butuh uang. Mereka perlukan uang ini untuk melangsungkan pekerjaan mereka, untuk membeli bahan baku dan kebutuhan lain.”
“Barang apa saja?” Petugas bank itu kelihatan bingung mendengar penjelasan saya, seolah-olah ini permainan baru yang tidak ia pahami aturannya. Dia membiarkan saya berbicara hanya karena menghormati seorang pimpinan universitas, padahal ia jelas-jelas bingung.
“Yah, ada yang membuat bangku bambu. Ada yang menganyam tikar atau menarik becak. Jika mendapat pinjaman bank dengan tingkat bunga komersil, mereka akan mampu menjual produknya di pasar terbuka dan memperoleh keuntungan memadai yang bisa memungkinkan hidup mereka membaik. Sementara sekarang, mereka bekerja bagai budak dan tidak akan pernah bisa ke luar dari cengkeraman pengumpul yang meminjami mereka modal dengan tingkat bunga yang luar biasa tinggi.”
“Ya, saya tahu tentang mahajon (rentenir),” jawab si manajer.
“Jadi saya ke sini hari ini karena saya ingin Anda meminjamkan uang kepada orang-orang desa tersebut.”
Rahang manajer bank itu ternganga, dan dia mulai tertawa. “Saya tidak bisa melakukannya!”
“Mengapa tidak bisa?” tanya saya.
“Begini,” dia terbatuk-batuk, tanpa tahu dari mana harus memulai daftar keberatannya. “Yang jelas, pinjaman berjumlah kecil yang menurut Anda diperlukan oleh orang-orang desa ini bahkan tidak akan mampu menutup biaya seluruh dokumen pinjaman yang harus mereka isi. Bank tidak akan membuang-buang waktu untuk remeh temeh seperti itu.”
“Mengapa tidak?” sahut saya. “Bagi orang miskin, uang ini penting untuk bertahan hidup.”
“Orang-orang itu buta huruf,” jawabnya. “Mereka bahkan tidak mampu mengisi formulir-formulir pinjaman kami.”
“Di Bangladesh, di mana 75 persen penduduknya tidak bisa baca-tulis, mengisi formulir adalah syarat yang edan.”
“Setiap bank di negeri ini aturannya seperti itu.”
“Yah, ini memang menggambarkan kondisi perbankan kita, ya kan?”
“Bahkan saat seseorang membawa uang dan ingin menyimpannya di bank, kami memintanya menuliskan berapa jumlah uang yang akan ia setorkan.”
“Mengapa?”
“Apa maksud Anda, ‘Mengapa?’”
“Ya, mengapa bank tidak bisa menyimpan uangnya dan menerbitkan selembar tanda terima berisikan, ‘Telah menerima sejumlah uang dari seseorang?’ Mengapa tidak bankirnya saja yang melakukan itu? Mengapa deposan yang harus melakukannya?”
“Yah, bagaimana Anda bisa menjalankan bank dengan orang-orang yang tidak bisa baca-tulis?”
“Sederhana saja, bank menerbitkan tanda terima untuk sejumlah uang tunai yang diterima bank.”
“Bagaimana jika orang itu ingin mengambil uangnya?”
“Entahlah ... pasti ada cara sederhana. Deposan datang kembali dengan tanda terima depositonya, menunjukkannya ke kasir, dan kasir mengembalikan uangnya. Bagaimana akunting bank berjalan itu urusan bank.”
Manajer itu menggelengkan kepalanya tanpa memberi jawaban, sepertinya ia tidak tahu dan mana harus memulainya.
“Bagi saya tampaknya sistem perbankan Anda didesain untuk anti terhadap orang-orang buta huruf,” sergah saya.
Kini manajer cabang bank itu tampak jengkel. “Profesor, perbankan tidak sesederhana yang Anda pikirkan,” katanya.
“Mungkin saja, tetapi saya juga yakin perbankan itu tidak serumit seperti yang Anda kesankan.”
“Sederhananya begini sajalah : seorang peminjam di bank lain mana pun sedunia ini harus mengisi formulir-formulir.”
“Oke,” sahut saya mengiyakan hal yang sudah jelas ini“. Jika saya bisa minta beberapa mahasiswa saya menjadi relawan untuk mengisikan formulir orang-orang desa itu, artinya tidak ada masalah.”
“Tetapi Anda tidak mengerti, kami benar-benar tidak bisa memberi pinjaman pada fakir miskin,” ujar manajer cabang bank tersebut.
“Mengapa tidak?” saya mencoba bersikap sopan. Pembicaraan kami sungguh surealis suasananya. Manajer cabang bank itu menyungging senyum di mukanya seakan berkata bahwa dia paham saya tengah mempermainkan dia. Keseluruhan perbincangan ini menggelikan, absurd malah.
“Mereka tidak punya agunan apa pun,” ujar si manajer Cabang, mengharapkan ini bisa mengakhiri diskusi kami.
“Mengapa Anda perlu agunan sepanjang uang Anda bisa kembali? Yang benar-benar Anda inginkan itu kan, ya tidak?”
“Ya, kami ingin uang kami kembali,” jelas si manajer. “Tetapi pada saat yang sama kami butuh agunan. Itulah jaminan kami.”
“Bagi saya itu tidak masuk akal. Orang paling miskin di antara kaum miskin bekerja duabelas jam sehari. Mereka perlu menjual sesuatu guna memperoleh penghasilan buat dimakan. Mereka sangat punya alasan untuk mernbayar Anda kembali, yakni untuk mendapatkan pinjaman lagi dan bisa melanjutkan hidup esok harinya! Itu jaminan terbaik yang bisa Anda dapatkan : nyawa mereka.”
Si manajer menggelengkan kepalanya. “Anda seorang idealis, Profesor. Anda hidup dengan buku dan teori-teori.”
“Tetapi bila Anda mendapat kepastian uang Anda akan dibayar kembali, mengapa Anda perlu agunan?”
“Itu aturan bank.”
“Jadi hanya mereka yang punya agunan yang bisa meminjam?”
“Ya.”
“Itu aturan yang tolol. Itu berarti hanya orang kaya yang bisa meminjam.”
“Bukan saya yang membuat peraturan, tapi bank.”
“Baik, saya pikir aturan-aturan itu harus diubah.”
“Namun demikian, kami di sini tidak memberikan pinjaman.”
“Tidak?”
“Tidak, kami hanya mengumpulkan simpanan dan pegawai fakultas dan universitas.”
“Bukankah bank memperoleh penghasilan dari meminjamkan uang?”
“Hanya kantor pusat yang memberikan pinjaman. Kami di sini hanya mengumpulkan simpanan dari universitas dan pegawainya. Pinjaman kami pada Program Pertanian Tiga Pihak Anda itu merupakan perkecualian yang disetujui oleh kantor pusat.”
“Maksud Anda bahwa kalaupun saya datang kesini memohon pinjaman uang, Anda tidak akan meminjamkannya pada saya?’
“Benar.” Dia tertawa. Kentara bahwa sudah lama si manajer ini tidak menikmati sore yang sedemikian menghibur.
“Jadi saat kami mengajarkan di kelas bahwa bank memberi kredit kepada peminjam, itu bohong belaka?”
“Begini, Anda harus ke kantor pusat untuk kredit, dan saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.”
“Sepertinya saya perlu bicara dengan pejabat yang lebih tinggi.”
“Ya, itu gagasan bagus.”
Selesai meneguk teh dan bersiap-siap pergi, manajer cabang itu berkata, “Saya tahu Anda tidak akan putus asa. Tetapi dari apa yang saya tahu mengenai perbankan, saya bisa pastikan bahwa rencana Anda ini tidak akan pernah jalan.”
Mencicipi "Kue" Bisnis Pulsa
Pulsa merupakan kebutuhan rutinitas bulanan untuk kebutuhan komunikasi, Banyak Operator saling bersaing untuk merebut pemakai hp dengan tarif Murahnya. Kenapa mereka memasang iklan gede-gedean untuk mengumumkan perang tarif mereka, di TV, Boards, Brosur, dll. Yang kita pikir biaya iklan mereka sangat tinggi.
Sudah Jelas mereka menikmati kue yang besar, dari pemakaian pulsa para pelanggannya. Coba kita pikirkan dari diri kita sendiri, setiap hari kita terima sms dari teman/rekan kita. Sudah pasti kita akan membalasnya. Dihitung dari sms tiap hari saja sudah meraup keuntungan para Operator.
Bukan itu saja, nampaknya selain Operator banyak yang ingin mencicipi kue, antara lain tersedia Content Provider, yang sering beriklan di TV dan banyak Media seperti Ramalan, Fengshui, Business, Romance, Kuis, sampai Vote sms pada acara telivisi seperti Indonesian Idol, Afi, dsb dengan menggunakan Pulsa. Tentu suatu income yang cukup menggiurkan yang mereka dapatkan.
Selain itu pada saat hari raya, SMS berguna pengganti Kartu Selamat, Seperti Lebaran, Natal, Imlek, Hari Nyepi, Waisak, dll. Sebagai contoh Bayangkan bila 10 orang saling kenal, sudah pasti akan terjadi 90x sms
Contoh lain lebih banyak lagi penggunaan pulsa, seperti Hari Ulang Tahun, Ucapan Melahirkan, Perkawinan, Khitanan, dll.
Dari hal-hal diatas, kenapa kita tidak turut mencicipi Kue tersebut ????
Mau mencicipi Kue diatas ??? Mari bergabung bersama kami asosiasi pemakai Pulsa.
Disini kita tidak berjualan Pulsa, namun hanya membentuk komunitas pemakai Pulsa. Setiap pembelian Pulsa oleh komunitas yang kita bentuk kita akan mendapatkan keuntungan sampai dengan 10 Level.
Sebagai Ilustrasi contoh:
Andaikata kita sposorisasi 3, kemudian dari 3 tsb melakukan hal yang sama yaitu sponsorsori 3 sampai dengan kedalaman level 10 maka jumlah total member 88,572
Level Jml Member
1 3
2 9
3 27
4 81
5 243
6 729
7 2,187
8 6,561
9 19,683
10 59,049
------------ --------- --------- +
Total Member 88,572
Asumsi setiap member setiap bulannya melakukan pembelian pulsa sebesar Rp.10,000.-
Dimana setiap keuntungan pengisian sejumlah pulsa tersebut adalah Rp.60
Maka kita akan mendapatkan 88,572 x Rp.60 = Rp. 5.314.320
INCOME PER BULAN Rp. 5.314.320
Sejumlah Income yang cukup menarik untuk menambah penghasilan kita setiap bulannya.
Tertarik ???? Join adalah GRATIS !!!!!
Anda hanya perlu sms kepada saya:
Reg.NoHP.NamaLengka p.Bank.NoRekenin g
Kirim ke 0816 764092
Tidak ada Resiko sama sekali untuk memulai usaha ini, karena Anda tidak perlu Investasi sepeserpun, dan Tugas Anda hanya membeli Pulsa setiap bulannya (dimana anda tidak bergabung bisnis ini pun Anda juga butuh Pulsa) kemudian cukup perkenalkan kepada 3 teman terdekat Anda.
Let's Join Us...
City Juga Sudah Dekati Dinho
Manchester - Menjelang akhir musim ini, Manchester City sudah membidik sejumlah pemain bintang. Salah satunya adalah punggawa Barcelona, Ronaldiho, yang mana pembicaraan transfer juga sudah dilakukan.
Agen dan saudara kandung Ronaldinho, Roberto de Assis, dikabarkan sudah bertemu dengan Executive Director City Taweesuk Jack Srisumrid untuk membicarakan kemungkinan transfer pemain bersangkutan.
Namun demikian, Manajer Sven Goran Eriksson konon masih ingin menunda pembicaraan lanjutan seputar pemain yang juga diincar AC Milan itu, sampai dengan musim ini berakhir.
"Kami sudah berdiskusi (dengan pihak Ronaldinho) tapi kami akan lihat bagaimana nanti," tutur Taweesuk kepada Daily Telegraph yang dilansir AFP, Selasa (22/4/2008).
Taweesuk juga mengaku kalau pihaknya sudah mengincar sejumlah pemain bintang selain Ronaldinho. Para pemain itu selain bertujuan untuk mendongkrak prestasi "The Citizens", juga merupakan strategi pasar dalam meraih pendukung sebanyak-banyaknya.
"Dulu tak terbayangkan Man City (bisa) berdiskusi dengan pemain superstar, tapi tidak sekarang. Apa yang akan kami upayakan di musim panas adalah terus menambah skuad, membawa pemain yang dikenal secara internasional dan berkualitas."
"Pemain bintang akan membantu kami mengisi stadion dan membantu merek global kami. Utamanya, kami harus menang di lapangan, itu bisa jadi gimmick. Tak akan jadi sebuah strategi galacticos, tapi lebih pada nama-nama tenar yang lebih tua. Kami ingin membangun dengan berintikan pada tim yang sudah kami punya," tandas dia.
Hleb Terancam Absen Hingga Akhir Musim
London - Alexander Hleb terancam absen hingga akhir musim ini karena hukuman. Hal itu menyusul tuduhan yang diberikan oleh Football Association (FA) kepada gelandang Arsenal ini.
Keputusan FA untuk menjerat Hleb dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan setelah melihat hasil rekaman video pertandingan mengenai kejadian Hleb dengan kapten Reading saat Arsenal menang 2-0 di Emirates Stadium, Sabtu kemarin.
"Insiden tersebut tak terlihat oleh wasit Peter Walton. Setelah melihat rekaman pertandingan, Walton menginformasikan FA hal itu, bahwa dia seharusnya memberikan Hleb kartu merah atas tindakan kekerasan," kata FA dalam statemennya seperti dilansir BBC.
Jika terbukti bersalah, Hleb akan dihukum sebanyak tiga pertandingan yaitu saat Arsenal menghadapi Derby, Everton dan Sunderland. Sementara Hleb mendapatkan kesempatan hingga Rabu ini untuk memberikan responnya.
Tentu saja ini menjadi kabar yang kurang menggembirakan bahwa manajer Arsenal Arsener Wenger. Jika pada hari Kamis, FA menyatakan Hleb bersama maka The Gunners tidak akan diperkuat pemain Belarusia ini hingga akhir musim ini. (key/krs)
Tolak Kontrak, Lahm Ingin Pergi
Munich - Bayern Munich gagal membujuk Philipp Lahm untuk menambah durasi kontraknya yang akan habis akhir musim depan. Bek internasional Jerman itu memang sudah berniat hengkang dan bermain di luar negaranya.
Belum mau Lahm pergi, Bayern sudah menawarkan perpanjangan kontrak kepada Lahm. Namun pembicaraan seputar kontrak baru tersebut telah dikonfirmasi "Die Roten" berjalan tak sukses.
Kini, yang jadi persoalan berikutnya adalah apakah Munich akan menjual Lahm di akhir musim ini, atau mempertahankannya semusim lagi dengan risiko tak mendapat sepeserpun jika pemain berusia 24 tahun itu hijrah di akhir masa kontraknya.
Satu yang pasti, Lahm memang sudah berniat meninggalkan Jerman dan bermain di kompetisi negara lain. "Rencanaku adalah meninggalkan Bayern sebelum aku melewati masa puncak. Aku sudah bermain dua tahun di Stuttgart dan memasuki tahun ketiga di Bayern, klub terbesar di Jerman. Langkah logis selanjutnya adalah pergi ke luar negeri," tuturnya kepada majalah Stern yang dilansir Yahoosport, Rabu (23/4/2008).
Ketika ditanyakan soal kemungkinan dia sudah bakal mengepak koper ke luar Munich saat musim ini berakhir, Lahm menukas, "Itu sangat mungkin."
Belakangan bek langganan pengisi skuad "Der Panzer" itu acap dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol Barcelona oleh media lokal.
Juve Tawarkan Flamini Kontrak 5 Tahun
Turin - Arsenal tampaknya harus segera bertindak jika masih menginginkan Mathieu Flamini di Emirates. Juventus mengaku sangat serius untuk mendapatkan gelandang The Gunners ini.
Pemain internasional Prancis ini kontraknya akan selesai di akhir musim ini. Sementara Arsenal hingga saat ini belum mendapatkan tanda tangan perpanjangan kontraknya. Juventus pun dikabarkan siap menampung pemain berusia 24 tahun itu.
Meskipun Manajer Arsenal Arsene Wenger telah menyatakan masa depan Flamini tetap di Emirates namun hal itu tidak membuat Juve mundur. Bahkan I Bianconeri telah menawarkan kontrak selama lima tahun kepada gelandang bertahan Arsenal ini.
"Ini merupakan pemain yang penting yang telah kami kejar beberapa waktu lalu dan ini akan sangat bagus karena banyak tim yang tertarik," ungkap Direktur klub Juventus Jean-Claude Blanc seperti dilansir Sky.
Flamini digaet oleh Arsenal dari Marseille pada musim 2004/2005. Kini ia telah menjadi bagian penting sebagai gelandang bertahan skuad Arsene Wenger. Pihak Juve pun melihat melihat Flamini akan menjadi bagian penting untuk sukses klub.
Meski demikian bukan hanya Juve yang berminat mendapatkan tenaga Flamini. Klub raksasa Bundesliga, Bayern Munich pun telah memasukan gelandang Arsenal ini dalam dafter teratas pembelian pemain baru di musim panas ini.
Wednesday, April 23, 2008
Bagi saya itu tidak masuk akal...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment