Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda, dia diperbolehkan belajar padanya. Bahkan, ia juga diijinkan untuk tinggal di rumah paman si pematung.
Sejak hari itu, mulailah dia belajar dengan tekun, mengukur ketepatan bahan adonan semen, membuat rangka, cara menggerakkan jari-jari tangan, dan mengenali setiap tekstur sesuai bentuk dan jenis benda yang akan dibuat patung, dan berbagai kemampuan mematung lainnya.
Setelah belajar sekian lama, si murid merasa tidak puas. Sebab, menurutnya, hasil patungnya belum bisa menyamai keindahan patung gurunya. Dia pun kemudian menganalisa dengan seksama, lantas memutuskan meminjam alat-alat yang biasa dipakai gurunya. Dia berpikir, rahasia kehebatan sang guru pasti di alat-alat yang dipergunakan.
”Guru, bolehkan saya meminjam alat-alat yang biasa Guru pakai untuk mematung? Saya ingin mencoba membuat patung dengan memakai alat-alat yang selalu dipakai guru agar hasilnya bisa menyamai patung buatan Guru. ”
”Silakan pakai, kamu tahu dimana alat-alat itu berada kan ? Ambil saja dan pakailah, ”jawab sang guru sambil tersenyum.
Selang beberapa hari, dengan wajah lesu si murid mendatangi gurunya dan berkata,
”Guru, saya sudah berusaha dan berlatih dengan tekun sesuai petunjuk Guru, memakai alat-alat yang biasa dipakai Guru. Kenapa hasilnya tetap tidak sebagus patung yang Guru buat”
”Anakku, gurumu ini belajar dan berlatih membuat patung selama puluhan tahun. Mengamati obyek benda, mencermati setiap gerak dan tekstur, kemudian berusaha menuangkannya ke dalam karya seni dengan segenap hati dan seluruh pikiran. Tidak terhitung berapa kali kegagalan yang telah dibuat, tapi tidak pernah pula berhenti mematung hingga hari ini. Bukan alat-alat bantu yang engkau pinjam itu yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang pematung handal, tetapi jiwa seni dan semangat untuk menekuninya yang harus engkau punyai. Dengan begitu, lambat laun engkau akan terlatih dan menjadi pematung yang baik. ”
”Terima kasih Guru, saya berjanji akan terus berlatih, mohon Guru bersabar mengajari saya. ”
Pembaca yang berbahagia,
Untuk menciptakan sebuah maha karya, tidak cukup hanya mengandalkan talenta semata. Kita butuh proses belajar dan ketekunan berlatih bertahun-tahun. Bahkan, meski dibantu alat-alat secanggih apapun, hasil yang didapat sebenarnya sangat tergantung pada tangan-tangan terampil dan terlatih yang menggerakkannya.
Demikian pula dalam kehidupan ini, jika ingin meraih prestasi yang gemilang, ada harga yang harus kita bayar! Apapun bidang yang kita geluti, apapun talenta yang kita miliki, kita membutuhkan waktu, fokus dan kesungguhan hati dalam mewujudkannya hingga tercapai kesuksesan yang membanggakan! !!
Oleh : Andrie Wongso
Membudayakan Disiplin Pada Diri Sendiri
Membudayakan Disiplin Pada Diri Sendiri
“You don't have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple disciplines can have a major impact on how your life works out in the next 90 days, let alone in the next 12 months or the next 3 years.
– Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan Anda. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.”
Jim Rohn
Saya sengaja mengutip ungkapan dari Jim Rohn tersebut sebagai pengantar bahwa betapapun kecil kedisiplinan yang kita terapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Bukan hanya Jim Rohn, para motivator dan pebisnis sukses di dunia ini mengungkapkan hal yang senada. Padahal kita semua menyadari bahwa kedisiplinan belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat kita.
Sebenarnya apa arti kedisiplinan sehingga memberikan dampak yang begitu besar? Saya berpendapat bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.
Contohnya mungkin Anda sudah mempunyai rencana-rencana yang ingin Anda wujudkan dalam minggu-minggu ini. Tetapi selepas liburan panjang atau sebab-sebab lain; misalnya sudah puas dengan hasil pekerjaan yang lalu, merasa kehilangan momentum, menyerah, atau meragukan prospek yang tergambar sebelumnya, Anda justru menjadi kurang bersemangat untuk bekerja kembali atau malas untuk memulai dan mengulur-ulur waktu.
Yang pasti banyak faktor yang dapat mengurangi tingkat kedisiplinan kita. Tetapi bukan berarti kita tidak dapat bersikap disiplin. Sedikit demi sedikit kita dapat melatih diri hingga konsep-konsep kedisiplinan itu benar-benar membudaya kedalam kehidupan kita. Saya mempunyai sedikit gambaran mengenai tindakan-tindakan yang dapat memudahkan kita membudayakan kedisiplinan berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Bila Anda berhasil melatih diri dengan menjalankan tip-tip di bawah ini, saya yakin Anda sudah mencapai kemajuan yang fantastis.
Tip yang pertama adalah memikirkan apa sebenarnya yang Anda inginkan. Saya yakin kita semua mempunyai banyak sekali keinginan. Putuskan keinginan yang paling memungkinkan Anda wujudkan sebagai target harian. Pastikan setiap hari Anda memiliki suatu target yang realistis, jelas dan spesifik. Pastikan juga Anda sudah berusaha maksimal dan berhasil merealisasikan target-target tersebut setiap hari. Cara ini akan melatih Anda bertindak disiplin, sebab Anda dituntut untuk memprioritaskan aktifitas-aktifitas yang memungkinkan tercapainya target-target tersebut.
Selanjutnya luangkan sedikit waktu untuk orang-orang yang Anda cintai, sedikitnya 5 sampai 10 menit di sela kesibukan setiap hari. Atau bila tidak sempat bertemu secara langsung, Anda dapat memanfaatkan sarana telekomunikasi, misalnya telpon, internet, dan lain sebagainya. Tindakan itu sebenarnya sangat sederhana, tetapi sangat tepat dan bermanfaat tidak saja terhadap hubungan eksternal melainkan memperbaiki hubungan dengan hati serta memenuhi kodrat kita sebagai mahluk yang membutuhkan cinta dan hubungan sosial.
Kemudian bila kita rutin melatih diri dengan berolah raga minimal 2-3 kali seminggu, berarti kita sudah melaksanakan program mendisiplinkan diri. Olah raga rutin menjadikan kesehatan kita membaik. Mensana in corporesano – didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Bila kondisi kesehatan membaik, maka secara otomatis penampilan kita akan lebih bugar, kepercayaan dan tingkat energi kitapun akan meningkat untuk bertindak cepat dan tepat menangkap peluang yang ada. Maka segera putuskan jenis olah raga yang sesuai dengan kesehatan dan kesenangan Anda.
Pengalaman saya selama mengikuti latihan kemiliteran, setiap pagi saya harus bangun pagi dan melakukan marching atau berbaris sambil mengucapkan ‘kiri kanan’ dan lain sebagainya sampai ribuan kali. Saya kira dalam peperangan hanya ada kata membunuh atau dibunuh! Sedangkan latihan fisik, misalnya kegiatan marching seperti itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan peperangan, dimana dalam organisasi itu kami dipersiapkan sebagai pasukan tempur. Belasan tahun berikutnya, saya baru menyadari bahwa proses latihan-latihan fisik tersebut telah menempa sikap mental saya untuk disiplin terhadap waktu serta gigih berjuang hingga menjadi yang terbaik meski harus menghadapi tantangan yang terberat sekalipun.
Sementara tips melatih kedisiplinan lainnya adalah dengan membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta menerapkan pola makan yang baik. Bukan berarti makanan kita harus mahal atau dibeli dari restoran elit. Contoh makanan yang sehat dan bergizi adalah bermacam jenis buah dan sayuran. Bila makanan kita selalu sehat dan bergizi, maka dapat dipastikan energi dan vitalitas kita meningkat untuk mengerjakan tanggung jawab secara tepat dan cepat hingga mencapai hasil yang terbaik.
Proses saat beribadah kepada Tuhan YME merupakan apresiasi yang terdalam dan mendapatkan kedamaian hati. Tetapi beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME sebenarnya juga merupakan latihan kedisiplinan yang paling utama. Contohnya umat Islam yang menjalankan ibadah 5 kali sehari, umat Kristiani sekali setiap hari Minggu, umat Buddha setiap pagi dan sore, dan lain sebagainya. Kepatuhan untuk melaksanakan rutinitas ibadah sesuai aturan agama tentu saja melatih kedisiplinan, sekaligus memperkaya hati dan jiwa kita dengan kedamaian, percaya diri, kreatifitas dan energi cinta Tuhan Yang Maha Kuasa.
Selain itu, seluruh agama di dunia ini tentu menganjurkan kita menjaga kebersihan baik secara internal maupun eksternal. Maka latihan kedisiplinan meliputi kebiasaan untuk menjaga kondisi di sekeliling kita agar selalu bersih dan teratur. Bila lingkungan kita bersih dan teratur, maka kita akan merasa lebih bebas dan senang, serta pikiran kita akan lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan mewujudkan target-target harian tadi.
Selepas kita mempraktekkan beberapa tips latihan mendisiplinkan diri seperti yang diuraikan diatas dan sudah mendapatkan kemajuan, maka tips latihan kedisiplinan pamungkasnya adalah menunda keinginan untuk berpuas diri. “One of the best ways to develop discipline is to delay gratification. – Cara terbaik untuk meningkatkan kedisiplinan adalah menunda keinginan untuk berpuas diri.” Penundaan bukan selalu pertanda buruk. Sebab penundaan untuk tidak berpuas diri dulu selama ini selalu menyebabkan karakter disiplin saya lahir kembali. Semakin saya gunakan prinsip tersebut, saya menciptakan semakin banyak kemajuan dalam hal keuangan, hubungan sosial, spiritual dan bisnis.
Saya ingin menegaskan bahwa kedisiplinan maupun kesuksesan menuntut kita melakukan hal-hal yang benar dan bukan hal-hal yang kita sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please. – Jika kamu ingin mengisi kehidupanmu dengan kebahagiaan, maka selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu, dan bukan hanya mengerjakan apa yang kau suka.” Meskipun melakukan hal yang benar awalnya tidak kita sukai. Tetapi bila kita mendisiplinkan diri dengan secara rutin melaksanakannya, maka berangsur-angsur kita akan menyukainya atau bahkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi dan kita senang melakukannya.
Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cobalah menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan, dan Anda tidak akan pernah menyesal. Bila kedisiplinan sudah menjadi bagian dari kesadaran atau budaya pribadi kita, berarti kita sudah membangun dasar yang kehidupan yang kuat sebagai seorang yang sukses dan selalu bersemangat. Selamat mencoba.
* Andrew Ho adalah motivator, penulis buku best seller, dan pengusaha.
enam cara-cara kepemimpinan yang membangun inspirasi
Ada setidaknya enam cara-cara kepemimpinan yang membangun inspirasi
pada organisasi yang kita pimpin.
1. Jadilah sebuah contoh: jadikanlah diri Anda sebuah contoh yang
nyata dan jernih mengenai kesungguhan Anda untuk menjadikan organisasi
Anda sebuah organisasi yang dihormati pasar. Mereka mungkin bisa
meragukan yang Anda katakan, tetapi mereka akan selalu memperhatikan
dan mempercayai yang Anda lakukan
2. Tunjukkan perhatian yang tulus: orang tidak akan menunjukkan
kepedulian kepada Anda, sampai mereka melihat betapa peduli-nya Anda
kepada mereka. Pastikan Anda menyediakan cukup waktu dan perhatian
bagi peningkatan kemampuan bawahan Anda untuk menghasilkan
3. Temukanlah hal yang mengagumkan pada orang lain: bila Anda cukup
tulus untuk mendengarkan dan memperhatikan pribadi dan kehidupan dari
mereka yang Anda pimpin, akan mudah bagi Anda untuk dikejutkan oleh
kualitas-kualitas super yang mereka miliki, yang tidak selalu terlihat
jelas dalam interaksi keseharian di organisasi
4. Buatlah diri Anda mudah diterima: syarat utama bagi diterimanya
sebuah ide, adalah diterima-nya orang yang menyampaikan ide itu.
Tidak-lah sebuah ide yang ditolak, bila sang penyampai ide adalah
orang yang diterima
5. Bandingkan mereka dengan harapan mereka sendiri: tidak ada orang
yang berada di atas impian-nya. Baik saja, tidak cukup bila lebih baik
itu mungkin. Jangan bandingkan seseorang dengan seuatu yang lebih
rendah, dalam upaya untuk membuatnya bersemangat. Itu hanya akan
menghinanya, dan tidak akan membuatnya melihat bahwa perbaikan itu
perlu. Bandingkanlah dengan impian-impiannya, dan yakinkanlah dia
bahwa sama berhak-nya dengan siapapun yang telah berhasil.
6. Teruslah belajar: kelanjutan keberadaan sebuah bisnis hanya sebaik
kesungguhan para pemimpinnya untuk tetap belajar. Seorang ayah yang
tidak pernah memegang sebuah buku, akan mengalami kesulitan
mengharuskan anak-anaknya untuk membaca buku. Maka jadikanlah diri
Anda sebagai sumber dari semua gerakan menuju kebaikan.
Jika kita benar-benar ini mencintai, kita harus belajar bagaimana memaafkan.
(Bunda Teresa)
Untuk memahami isi hati dan pikiran seseorang, jangan melihat hanya pada apa yang
sudah dicapai, tetapi juga lihat juga pada apa yang digagas (Kahlil Gibran)
Ungkapan 'tidak mungkin' adalah kata yang hanya bisa ditemukan dalam
kamus kehidupan orang bodoh (Napoleon Bonaparte)
Para pemenang berkonsentrasi pada upaya meraih kemenangan;
pada pecundang berkonsentrasi pada asal selamat (John C. Maxwell)
Berbartov Bikin Jol Makin Pusing
London - Dalam posisi tertekan, setelah dua kekalahan beruntun, Martin Jol kini malah makin pusing. Soalnya beberapa pemainnya didatangi cedera, termasuk Dimitar Berbatov.
Jol sebelumnya sudah kehilangan Ledley King, Michael Dawson dan Gareth Bale yang mengalami cedera. Sayangnya bukan kabar baik berupa kesembuhan pemain yang kini diterimanya, yang datang justru masalah baru karena dia dipastikan kehilangan dua pemain lagi.
"Kami mengalami beberapa pukulan lagi. Younes Kaboul akan absen tiga sampai empat minggu karena cedera hamstring saat menghadapi Everton. Itu pukulan yang telak. Dan Dimitar Berbatov juga bermasalah dengan pangkal pahanya," ungakap Jol di Timesonline.
Tak diketahui berapa lama Berbatov bakal absen. Tapi untuk mempercepat pemulihan, striker Bulgaria itu diterbangkan ke Jerman menemui spesialis.
"Itu masalah lama dan dia kini akan diperiksa oleh specialis di Jerman. Dia akan absen beberapa pekan," lanjut Jol.
Tak terkalahkan di tujuh pertandingan pra musim, ditambah belanja pemain yang menjanjikan plus skuad yang tak berubah dibanding musim lalu membuat Spurs jadi salah satu tim unggulan untuk merusak dominasi the big four. Sayang hasil yang didapat malah bertolak belakang dari ekspetasi, dua kekalahan beruntun membuat Paul Robinson cs menjadi penghuni dasar klasemen. (din/key)
Beckham Cetak Gol Pertama
Carson - David Beckham menandai penampilan perdananya sebagai kapten dan starter di LA Galaxy dengan sempurna. Saat melawan D.C United, ia mencetak satu gol dan satu assist.
Beckham hanya bermain selama 63 menit. Tetapi berkat perannya, Galaxy meraih kemenangan 2-0 di semifinal SuperLiga, Rabu (16/8/2007).
Seperti tradisinya, gelandang Inggris itu mencetak gol melalui tendangan bebas melengkung. Keunggulan pada menit ke-27 itu, kemudian digandakan oleh Landon Donovan pada menit ke-47 yang menyelesaikan umpan terukur dari Beckham.
Di pertandingan ini, Beckham juga mendapat kartu kuning pertamanya. Wasit memberi peringatan keras setelah ia melakukan pelanggaran terhadap Jaime Moreno pada menit ke-18.
Kemenangan ini mengantar Galaxy ke partai final SuperLiga menghadapi klub Meksiko, Pachuca, di Carson pada 29 Agustus. Sebelumnya Pachuca menang adu penalti 4-3 atas Houston, setelah bermain imbang 2-2.
Pemenang turnamen SuperLiga akan mendapat hadiah satu juta dolar AS, jumlah yang jauh lebih kecil dari gaji tahunan Beckham di Galaxy yakni 6,5 juta dolar AS. (lom/din)
No comments:
Post a Comment