Tuesday, August 21, 2007

Kisah Pendukung Super-Loyal

Kisah Pendukung Super-Loyal

Pernahkah pembaca mendengar ada warga Jakarta yang amat fanatik mendukung Persib hingga ia mau bersusah payah pergi ke Bandung tiap kali tim kesayangannya berlaga di Stadion Siliwangi? Well, di Inggris ada lho penggemar Manchester United yang superloyal hingga mau berbuat seperti itu.

BOLA sangat beruntung menemui mereka kala mendatangi konferensi pers di training ground resmi United yang bertempat di Desa Carrington, sekitar tujuh kilometer di sebelah timur laut Old Trafford, pada Jumat (10/8).

Wilayah hijau tempat penggembalaan kuda itu diapit Desa Lixton serta Urmston dan bisa dijangkau dalam tempo 40 menit dari pusat Manchester dengan memakai bus plus 30 menit berjalan kaki.

Pendukung setia Setan Merah itu bernama Kevin Matthew (46) dengan putranya, Luke (15). Mereka penduduk asli Grimsby, sebuah kota kecil di pantai timur Inggris. Untuk mencapai Manchester, di sebelah barat laut, keduanya harus bermobil selama dua setengah jam sekali jalan. Kegiatan ini mereka lakukan setiap kali United berlaga di Old Trafford dua pekan sekali dalam kurun tiga musim terakhir!

Kenapa tidak naik kereta api saja supaya tidak kelelahan? “Naik kereta bolak-balik kami harus mengeluarkan duit sekitar 80 pound. Selain itu, kami harus mengeluarkan uang tambahan untuk menginap. Untuk bensin kami hanya perlu sekitar 30 pound, lebih murah,” jabar Matthew.

Matthew mengaku semula tidak menyukai United, tapi sejak umur tiga tahun Luke sudah menggilai Red Devils. Ayah dua anak itu pun akhirnya tertular dan merelakan hidupnya untuk mendukung klub yang sama hingga sekarang.

Pemilik toko yang menjual keperluan rumah tangga itu membenarkan bahwa sebagian pendapatannya terkuras untuk komitmen menjadi pembeli tiket terusan United. Tapi, ia akan terus berusaha menjadi penonton setia di Old Trafford meski Malcolm Glazer secara kontinu menaikkan harga tiket.

“Saya bukan golongan pendukung yang membenci keluarga Glazer. Ia datang sebagai pebisnis dan kekhawatiran tentang amerikaisasi United tidak pernah terjadi. Soal harga tiket, dengan kedatangan Glazer atau tidak, rasanya kenaikan akan tetap terjadi,” tandasnya.

Kecintaan mereka pada United kian membuat BOLA kagum lantaran keduanya ternyata selalu datang juga ke Carrington sehari sebelum laga kandang United. “Saya pernah beberapa kali mendapatkan tanda tangan pemain di sini. Selain itu menyenangkan melihat mereka keluar dari tempat latihan dengan mobil-mobil mewahnya,” tambah Luke lagi.


Keseimbangan Dua Faktor

Benarkah Luis Nani dan Anderson dibeli Setan Merah musim ini untuk mencegah Cristiano Ronaldo kian besar kepala? Jujur saja, dengan Ronaldo sebagai satu-satunya ikon yang paling bersinar di musim lalu, Fergie terlihat kelabakan saat mendengar pemain berumur 22 tahun kelahiran Madeira tersebut berniat pindah ke Barcelona.

BOLA dan Rio Ferdinand.

Menurut Rio Ferdinand, favoritisme pendukung Red Devils pada bintang beraroma Latino dengan skill aduhai pada musim 2007/08 ini pasti terpecah lantaran Nani dinilainya sama hebat dengan Ronaldo.

“Nani dan Cristiano amat mirip di dalam dan luar lapangan. Tapi, harus kita lihat apakah adaptasi Nani sebaik Ronaldo, yang tidak butuh waktu lama untuk mengerti sistem United. Musim ini Ronaldo jelas tetap berperan penting mengingat ia punya pengalaman empat tahun bermain di Premier League,” sebut Rio pada BOLA sebelum laga melawan Reading.

Bek tengah binaan West Ham yang kini berusia 28 tahun itu juga menepis bahwa manuver transfer United belakangan ini sebagai pertanda kemunduran produktivitas akademi Setan Merah.

“Kami harus aktif membeli pemain jika tidak ingin kalah bersaing dengan Chelsea atau Liverpool, yang terus mendatangkan pemain berkelas. Tapi, percayalah, pembinaan juga berjalan di sini,” tandasnya.

“Anda bisa lihat bahwa (Chris) Eagles dan Lee (Martin) adalah pemain muda United yang siap masuk tim utama. Mereka tampil bagus dalam pramusim kami.”

Bagaimana dengan bek, sepertinya tak ada youngster United yang mencuat? Rio tidak sempat menjawab karena diburu waktu. Ia hanya mengedipkan sebelah matanya sembari menyunggingkan senyum sambil berlalu.





Tevez Memicu Bisnis

Bisnis memang berjalan cepat. Carlos Tevez baru dua hari dipastikan lulus tes kesehatan dan bergabung ke Manchester United ketika kausnya sudah dijual di kaki lima Old Trafford pada Minggu (12/8).

Kaus bergambar kartun Carlitos adalah pelesetan dari The Incredible Hulk. Selain itu, para pendukung Setan Merah pada Ahad lalu juga sudah bisa membeli kaus bertemakan Luis Nani, yang dipelesetkan menjadi Supernan, bukan Superman.

Bisnis kaki lima di seputar Old Trafford memang laku keras di awal musim seperti sekarang, meski replika seragam United bertuliskan “Tevez 32” dan “Nani 17” juga mulai dicari di Manchester United Mega Store. Para pedagang kaki lima tersebut membayar 1.200 pound per tahun pada dewan kota Trafford Council untuk tiap kiosnya.

Selain kaus, ada juga karavan penjual roti sosis, bir, dan makanan kecil lain. Untuk satu rangkaian karavan yang terdiri dari tiga kios dan satu kepala truk pemasok listrik, pedagang membayar 4.500 pound per tahun. So, di sini terlihat sepakbola juga menghidupi bisnis sampingan lain.


Perfect Start

Awal bagus dicatat para manajer baru di Premier League. Roy Keane dan Sven-Goran Eriksson meraih kemenangan, sedangkan Billy Davis mendapat hasil imbang.

Gol dari Michael Chopra saat injury time mengantar tim arahan Keane, Sunderland, meraih tiga angka pada penampilannya kembali di Premier League setelah musim lalu berkiprah di Championship Division. The Black Cats menang 1-0 atas Tottenham Hotspur, Sabtu (11/8).

Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-72, Chopra sempat mengontrol bola sebelum menjebol gawang Spurs lewat tendangan terakhir pada pertandingan tersebut.

Gol itu sekaligus memulihkan nama baik Roy Keane, yang dikritik pedas saat membeli Chopra dari Cardiff dengan harga 5 juta pound. Selain harganya terlalu tinggi, Chopra adalah fan dari rival abadi Sunderland yakni Newcastle.

Namun, publik di Stadium of Light yang memendam keraguan pasti pulang dengan menyanyikan nama Chopra. Keputusan Keane untuk memasukkan Chopra di babak kedua pun mengubah permainan yang sebelumnya kurang penetrasi dari kedua tim.

“Ini awal yang sangat bagus. Para pemain tampil fantastis dan mereka menunjukkan dorongan yang kuat untuk menang. Seluruh anggota skuad berhak mendapat pujian,” ucap Roy Keane kepada BBC Sports.

Sebaliknya, manajer Spurs, Martin Jol, mengaku imbang pun kecewa, apalagi hasilnya kalah. Tapi, Jol menyadari di timnya kini masih banyak kelemahan, terutama di tengah dan depan.

“Kami tidak kreatif. Pertahanan kami bagus, tapi kami harus lebih baik di tengah, sayap, dan depan. Hasil imbang pun membuat saya lecewa. Ini pertandingan yang membosankan, tapi kami pun tak mampu mempertahankan hasil imbang.”

Bungkam Keraguan

Di Upton Park, Eriksson mengantar Manchester City menang 2-0 atas tuan rumah West Ham. Hasil itu tentu membungkam orang-orang yang mencibirnya.

Eriksson mengucurkan 40 juta pound untuk belanja pemain setelah City dikuasai mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Mantan pelatih Inggris itu dikritik karena dianggap tidak tahu banyak pemain-pemain yang didatangkannya.

“Hanya orang bodoh yang mengatakan saya membeli pemain yang tidak saya ketahui. Oke, saya tidak melihat mereka bermain sembilan atau 10 kali, tapi saya punya staf pencari bakat dan punya banyak video yang dibutuhkan.”

“Saya selalu mengontrak pemain-pemain bagus. Sebagian adalah pemain muda untuk masa depan dan sebagian lagi seperti Martin Petrov dan Elano lebih berpengalaman.”

Manajer asal Swedia itu bahkan langsung menurunkan lima pemain baru di awal pertandingan, yakni Vedran Corluka, Javier Garrido, Elano, Martin Petrov, dan Orlando Bianchi. Dua pemain baru lainnya, Valeri Bojinov dan Deibersson Geovanni, masuk sebagai pengganti di babak kedua. Muka baru yang hanya duduk di bangku cadangan adalah Gelson Fernandez.

Dua gol The Citizen pun dicetak oleh para new boy. Striker yang dibeli 8,8 juta pound dari Reggina, Bianchi, membuka keunggulan lewat gol dari tendangan jarak jauh yang diawali pergerakan impresif Elano di menit ke-18. Pemain yang datang dari Cruzeiro dengan free transfer, Geovani, menutup kemenangan menjadi 2-0 dengan menyambut usaha bagus yang dilakukan Nedum Onuoha.

Sementara itu, Billy Davies membawa timnya, Derby County, bermain imbang 2-2 dengan Portsmouth. (Yudhi Febiana)


No comments: